BULUKUMBA – SMK Negeri 11 Bulukumba terus mengembangkan pendidikan vokasi berbasis praktik melalui program Teaching Factory (TEFA) di bidang produksi kaos dan sablon. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia industri sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Melalui TEFA, siswa terlibat langsung dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pembuatan desain, proses penyablonan, pengendalian kualitas (quality control), hingga menghasilkan produk jadi yang siap dipasarkan.
Seluruh proses tersebut mengacu pada standar kerja industri sehingga siswa memperoleh pengalaman praktik sekaligus memahami alur produksi secara menyeluruh.
Kepala SMKN 11 Bulukumba, Sayed Khaidir, menjelaskan bahwa penerapan TEFA menjadi salah satu strategi sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, siap memasuki dunia kerja, dan mampu membangun usaha secara mandiri.
Menurutnya, model pembelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membiasakan siswa memahami manajemen produksi, memenuhi pesanan konsumen, serta bertanggung jawab terhadap kualitas hasil pekerjaan.
Menariknya, unit TEFA produksi kaos dan sablon SMKN 11 Bulukumba juga menerima pesanan dari masyarakat umum, termasuk sekolah, komunitas, dan instansi.
Keterlibatan dalam pesanan nyata memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan pengalaman kerja yang lebih mendekati kondisi industri profesional. Mereka dituntut menjaga kualitas produk, memenuhi tenggat waktu, serta bekerja secara disiplin sesuai kebutuhan pelanggan.
Lingkungan kerja TEFA juga dirancang menyerupai dunia industri dengan mengedepankan kerja sama tim, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta kepatuhan terhadap prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Sayed Khaidir berharap program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi siswa. Ia juga mendorong agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti TEFA menjadi bekal bagi lulusan untuk menghadapi persaingan kerja maupun merintis usaha sendiri.
Melalui pengembangan TEFA produksi kaos dan sablon, SMKN 11 Bulukumba berupaya memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia usaha. Program ini sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal dalam menciptakan lapangan kerja setelah lulus.


Tinggalkan komentar
Anda harus masuk untuk berkomentar.