Sejarah Berdirinya UPT SMKN 11 Bulukumba
UPT SMKN 11 Bulukumba berdiri di atas tanah hibah dari Bapak Muh. Said Nur, A.Ma., seorang tokoh pendidikan sekaligus tokoh agama yang sehari-hari berprofesi sebagai guru agama. Beliau memiliki tiga orang anak, dua di antaranya berprofesi sebagai guru berstatus PNS, sedangkan satu orang lainnya merupakan mantan dosen Akademi Maritim Makassar.
Menjelang masa pensiun dan sebelum beliau wafat, legalitas pengelolaan operasional serta sertifikat tanah telah diserahkan kepada pemerintah. Proses pengurusan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan tujuan menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat.
Pengelolaan sekolah pada masa awal dipercayakan kepada Bapak Sayed Khaidir sebagai Pelaksana Tugas (Plt.). Seiring perkembangan satuan pendidikan tersebut, beliau kemudian ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif.
Pada awal pendiriannya, sekolah ini menerima 32 siswa baru yang terbagi ke dalam dua jurusan, yakni 16 siswa pada jurusan otomotif dan 16 siswa pada jurusan komputer. Selama satu tahun pertama, kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dilaksanakan di rumah pribadi Bapak Sayed Khaidir selaku perintis SMKN 11 Bulukumba.
Pada masa itu, sekolah juga membuka kesempatan bagi keluarga dan masyarakat yang ingin mendedikasikan diri sebagai tenaga pendidik maupun tenaga tata usaha. Upaya tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pemerhati pendidikan yang ikut berkontribusi dalam pengembangan dan pendirian sekolah.
Perjuangan Awal dan Perkembangan Sekolah
Selama tiga tahun pertama operasionalnya, UPT SMKN 11 Bulukumba bertahan dengan mengandalkan biaya pribadi serta swadaya keluarga Bapak Sayed Khaidir bersama istrinya. Perjuangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan awal sekolah hingga akhirnya pada 2017 memperoleh bantuan operasional siswa.
Dengan berbagai keterbatasan, sekolah ini terus menunjukkan perkembangan dan membuktikan perannya dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, mandiri, dan siap memasuki dunia kerja. Berangkat dari lingkungan yang berada di wilayah pelosok, SMKN 11 Bulukumba berupaya menjadi salah satu rujukan pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pada 2021, semangat dan konsistensi pengembangan sekolah membuahkan pencapaian penting. UPT SMKN 11 Bulukumba mendapatkan penganugerahan sebagai SMK Pusat Keunggulan, yang disebut sebagai sekolah pertama penerima program tersebut di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.
Sebagai salah satu SMK yang relatif muda di Sulawesi Selatan, sekolah ini memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan vokasi, khususnya melalui program percepatan link and match antara satuan pendidikan dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai mitra, sehingga mendukung pencapaian target dan sasaran visi serta misi sekolah. Perkembangan ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, pemerintah setempat, pengawas pembina, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda.
Pengembangan Kompetensi dan Teaching Factory
UPT SMKN 11 Bulukumba terus mengembangkan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri.
Pada bidang tata busana, sekolah mengembangkan teknologi fesyen dengan merek SISAPPASTORE. Unit produksi ini diarahkan untuk menghasilkan pakaian berstandar industri fesyen melalui pendampingan tenaga profesional yang membekali siswa dengan keterampilan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pembelajaran juga diperkuat melalui diklat dan pelatihan yang menghadirkan narasumber dari tingkat pusat. Pendekatan tersebut mendukung penerapan pembelajaran berbasis industri melalui konsep teaching factory, sehingga siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di bidang otomotif, sekolah mengembangkan unit produksi dengan merek Bengkel Sukses. Unit ini memberikan layanan perawatan kendaraan, termasuk pekerjaan spooring dan balancing, serta pembelajaran mekanik bengkel umum. Pengembangan kompetensi otomotif tersebut turut mendapat pembinaan dari Toyota.
Sementara itu, pada bidang komputer, siswa dibekali keterampilan teknologi informasi, pembuatan konten kreatif (content creator), desain grafis, dan pemasaran digital (digital marketing).
Sekolah juga memiliki jurusan pertanian yang dikembangkan berdasarkan potensi wilayah setempat. Program ini mengedepankan penerapan pertanian modern untuk membekali siswa dengan keterampilan di bidang pertanian serta mempersiapkan mereka mengikuti program magang ke Jepang.
Kunjungan dan Dukungan Pemerintah
Perkembangan UPT SMKN 11 Bulukumba juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat pemerintah melalui kunjungan kerja dan kegiatan resmi di sekolah.
1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. A. Akbar Amir, S.Sos.
Pada 2015, beliau melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah. Kegiatan tersebut mengusung nilai-nilai kearifan lokal, yakni Sipakalebbi, Sipakainge, Sipakatau.
2. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., Psikolog.
Pada 2021, beliau hadir dalam peresmian gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) beserta peralatannya. Kunjungan tersebut memberikan motivasi bagi warga sekolah untuk terus mengembangkan potensi pendidikan vokasi. Sekolah yang berada di tengah kawasan hutan itu diibaratkan memiliki potensi berlian yang perlu terus diasah. Pesan yang disampaikan mengusung semangat, “Sucikan hati, ikhlas dalam bekerja.”
3. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf
Pada 2023, di sela-sela kesibukannya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta hadir dalam kegiatan pengukuhan wirausaha muda. Kehadiran tersebut memberikan inspirasi bagi para alumni SMK agar memiliki orientasi untuk meraih kesuksesan sejak usia muda, dengan semangat “Dikerja, bukan dicerita.”
4. Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Setiawan Aswad
Pada 2024, beliau yang saat itu juga menjabat sebagai Penjabat (Pj.) Bupati Takalar hadir untuk meluncurkan TERAS COE sebagai pusat pemasaran hasil produksi teaching factory. Kegiatan tersebut mengusung tagline “Cerdaski’”.
5. Sekretaris Dinas Pendidikan, Andi Ibrahim
Dalam kunjungan kerjanya, beliau memberikan motivasi kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar terus menjaga semangat juang serta dedikasi dalam mendidik generasi bangsa.
Pengimbasan Teaching Factory dan Penguatan Karakter
Kepercayaan untuk mengembangkan program teaching factory kembali diperoleh UPT SMKN 11 Bulukumba melalui kegiatan pengimbasan. Program ini berfokus pada penguatan pola pikir kewirausahaan (business mindset) dalam pengelolaan unit produksi di setiap jurusan.
Melalui program tersebut, sekolah turut berbagi pengalaman dan praktik baik kepada sejumlah SMK di Kabupaten Bulukumba dan Jeneponto. Pengimbasan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola unit produksi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan dunia industri.
Sejalan dengan program nyata dan berkelanjutan, sekolah juga mendukung pencapaian target kinerja serta program prioritas pemerintah provinsi melalui berbagai kegiatan penguatan karakter dan pembiasaan positif di lingkungan pendidikan.
Salah satu program yang diterapkan ialah pembiasaan hafalan Juz 30 bagi siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan (PTK). Pelaksanaannya didukung dengan buku kontrol hafalan untuk memantau perkembangan peserta.
Selain itu, sekolah melaksanakan sosialisasi dan penerapan kebijakan antiperundungan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Penggunaan telepon seluler (HP) di lingkungan sekolah juga dibatasi, kecuali untuk kepentingan pembelajaran yang telah mendapat izin dari guru mata pelajaran dan persetujuan petugas piket.
Aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan turut menjadi perhatian, antara lain melalui pemeliharaan kebersihan toilet dan penghijauan kawasan sekolah. Keberadaan kebun buah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang asri, nyaman, serta mendukung suasana kekeluargaan di antara warga sekolah.
Melalui berbagai program tersebut, UPT SMKN 11 Bulukumba terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi, meningkatkan kompetensi siswa, mengembangkan kewirausahaan, dan membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. ***
